Home / Riau / KPU Rokan Hilir Sortir dan Lipat Surat Suara 

KPU Rokan Hilir Sortir dan Lipat Surat Suara 

Ketua KPU Rokan Hilir, Supriyanto didampingi petugas KPU lainnya melakukan cros cek kertas surat suara dari kerusakan.

Rohil, SB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hilir melakukan penyortiran dan pelipatan 2.035.167 kertas surat suara untuk DPD RI, DPR-RI, DPRD Provinsi Riau, DPRD Kabupaten Rokan Hilir dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Kantor KPU Rokan Hilir, Sabtu 16 Maret 2019.

Ketua KPU Rokan Hilir, Supriyanto di dampingi anggota Komisioner KPU Hendra dan Eka Murlan mengatakan ini dilakukan untuk memastikan, bahwa kertas surat suara dalam keadaan baik sebelum digunakan seperti gambar jelas, tidak rusak, atau sobek dan tidak ada yang tercoblos.

Penyortiran dipusatkan di tiga lokasi yakni gedung Media Center KPU di Batu Empat Kelurahan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, kemudian di Gedung Olahraga (GOR) batu enam, dan komplek Kampus UNRI batu enam.

Supri menyebutkan upah atau honor yang ditetapkan oleh KPU untuk pelipatan kertas surat suara yakni sebesar Rp 94 per lembarnya.

KPU Rokan Hilir menargetkan pelipatan kertas surat suara paling lambat rampung selama tujuh hari. Proses pelipatan surat suara ini KPU melibatkan 489 warga masyarakat yang minimal berumur 17 tahun.

Pada proses pelipatan kertas surat suara tersebut KPU mendapatkan penjagaan dari petugas kepolisian Polres Rokan Hilir.

Disebutkan aparat keamanan turut melakukan pemeriksaan keluar masuk petugas guna menjamin keamanan surat suara dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seluruh petugas pelipatan surat suara tidak luput dari pemeriksaan petugas seperti pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP), henphone (HP), kamera dan benda tajam lainnya.

Hal itu dilakukan guna menjamin keamanan kertas surat suara tersebut agar tidak terjadi kebocoran.

“Semua petugas pelipat, saat masuk dan keluar mendapatkan pemeriksaan dari petugas kepolisian, seperti pemeriksaan  telepon, kamera, benda tajam dan tas tidak boleh dibawa masuk ke dalam tempat pelipatan kertas surat suara,” kata dia.

Dari hasil penyortiran yang dilakukan, disebutkan pihaknya menemukan ada kertas surat suara yang sudah rusak dan bolong. Surat suara yang rusak ini nantinya katanya akan dikembalikan untuk di ganti setelah proses pelipatan selesai dilakukan.

“Dari hasil penyortiran yang kita lakukan kita menemukan ada surat suara yang rusak dan bolong. Nanti surat suara yang rusak akan diajukan untuk diganti setelah proses pelipatan selesai,” terangnya. (man)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan